Sabtu, 07 Maret 2020

Struktus Sistem Operasi



Assalamualaikum,
Kali ini saya akan berbagi sudut pandang saya mengenai Struktur Sistem Operasi. Namun, sebelum ke struktur, mari kita mengulang terlebih dahulu mengenai Sistem Operasi.

Apa itu Sistem Operasi? Menurut wikipedia, Sistem Operasi (Operating System) adalah perangkat lunak sistem yang mengatur sumber daya dari perangkat keras dan perangkat lunak, serta sebagai daemon untuk program komputer.

Hm, cukup membingungkan bukan? mari kita tarik garis besarnya. Sistem Operasi adalah sebuah perangkat lunak yang dipasang pada lapisan pertama pada sebuah perangkat keras sebelum dipasangnya para aplikasi-aplikasi penunjang. Contohnya seperti Windows, Linux, atau juga Android. tentu Sistem Operasi menjadi wadah bagi aplikasi-aplikasi tambahan.

Lalu apa itu Struktur Sistem Operasi?? dari segi struktur, Struktur Sistem Operasi terbagi menjadi :

1. System Monolitic (Struktur Sederhana)
System monolitik ini berisikan kumpulan dari berbagai prosedur yang dapat dipanggil oleh persedur lainnya untuk menjalankan sistem. Sehingga antar prosedur dapat saling bekerja sama dalam menjalankan sebuah sistem. Beberapa contoh sistem operasi yang memiliki system monolitic adalah seperti MS DOS dan UNIX. MS DOS lebih berfokus pada menyediakan fungsional yang lebih sedikit dan tidak bisa dibagi dalam beberapa modul.

2. Layered System (Sistem Berlayer)
Sistem operasi memiliki sistem layer. Maksudnya adalah sistem operasi terdiri dari beragam layer mulai dari bahwa hingga atas. Sehingga masing-masing layer memiliki tujuan dan fungsi masing-masing. Lapisan layer paling bawah biasa digunakan sebagai perangkat keras, sedangkan lapiran layer paling atas digunakan sebagai user-interface. Adanya struktur berlayer ini digunakan untuk mengurangi kompleksitas rancangan dari implementasi sistem operasi.

3. Kernel Mikro
Fungsi dari kernel mikro ini adalah untuk mempermudah komunikasi yang terjadi antara program client dengan beragam layanan yang terdapat pda ruang user. Sehingga dengan adanya kernel mikro ini dapat mempermudah dan memperluas sistem operasi, dan mudah ketika akan diubah (transformasi) ke arsitektur yang lebih baru. Selain itu, dengan menggunakan kernel mikro, kode program akan aman karena lebih kecil.

4. Modules
Struktur modular ini dimulai dari kernel yang biasanya memiliki kumpulan komponen inti dan terhubung dengan penambahan layanan secara dinamis dan dalam waktu boot berjalan. Sehingga untuk mengatasi hal tersebut, struktur modular ini dilakukan dengan cara menggunakan pemanggilan modul secara dinamis. Contoh dari sistem operasi yang menggunakan struktur modullar ini adalah Solaris, Linux dan MacOS

5. Virtual Machine
Virtual Machine merupakan jenis struktur yang memiliki sistem time-sharing. Sistem time-sharing ini memiliki fungsi untuk dapat menyediakan kemampuan multi-programming dan perluasan sistem mesin dengan user interface yang lebih mudah digunakan. Sehingga pengguna tidak akan merasa kebingungan dalam menggunakan jenis sistem ini.
Struktur virtual machine terdiri dari 2 jenis yaitu control program dan conventional monitor system. Control program digunakan sebagai pengatur fungsi prosesor, memori dan perangkat input/output.
Sehingga control program akan berhubungan langsung dengan perangkat keras yang akan digunakan. Sedangkan Coventional monitor system digunakan untuk mengatur fungsi dari proses, pengelolaan informasi dan pengelolaan perangkat dari sistem operasi

6. Client-Server
Pada dasarnya sistem operasi terdiri dari beragam proses yang dikategorikan sebagai client dan server. Client merupakan jenis proses permintaan layanan, sedangkan server adalah jenis proses yang memberikan layanan. Sehingga proses akan dimulai dari client yang meminta layanan tertentu, dan server akan memberikan dan mengirim informasi terkait layanan yang diinginkan oleh client

7. Sistem Berorientasi Objek
Sistem operasi berorientasi objek maksudnya adalah pendekatan sistem operasi yang strukturnya menggunakan objek. Sehingga pendekatan ini juga mengadopsi dari teknologi yang berorientasi objek. Struktur sistem operasi berorientasi objek merupakan sistem operasi yang sangat terstruktur, sehingga dapat dengan mudah memisahkan layanan dan implementasinya. Sehingga informasi yang dihasilkan tidak tercampur dan membuat user lebih mudah mengerti. Contoh dari sistem operasi berorientasi objek adalah MS WINDOWS. Namun belum seluruhnya menggunakan sistem berorientasi objek.

Cukup banyak bukan? mungkin saat ini hanya itu yang dapat saya sampaikan mengenai struktur sistem operasi. Nanti di lain hari, akan saya kupas satu persatu :) terimakasih telah berkunjung :)

Referensi




Tidak ada komentar:

Posting Komentar